Analogi Sebuah Dunia

Dikisahkan, ada seorang pemuda yang sedang jatuh cinta kepada seorang wanita. Pemuda tersebut memutuskan untuk sesegera mungkin melamar wanita itu. Kemudian si pemuda meminta kepada ayahnya agar dilamarkan ke keluarga wanita tersebut. Ayahnya penasaran untuk melihat terlebih dahulu wanita yang sampai sedemikian membuat anaknya jatuh hati.
Saat sang ayah melihat si wanita, tanpa berpikir panjang, sang ayah berkata seraya menasehati anak lelakinya. “Nak, wanita itu tidak pantas untukmu, ia perlu seorang lelaki yg lebih dewasa tuk jadi suaminya”. Si anak lelaki tidak terima dgn perkataan sang ayah. Terjadilah perselisihan antara ayah-anak, tak berujung damai, akhirnya mereka memutuskan membawa masalah ini ke polisi.
Sang polisi kemudian menanyakan duduk permasalahan yg membuat hubungan ayah-anak ini buruk. Setelah tahu bahwa hanya karena seorang wanita, sang polisi berkata “hanya karena seorang wanita, ayah-anak bisa mempermasalahkan hingga ke polisi, padahal masih banyak masalah lain di negeri ini”. Kemudian si polisi memanggil si wanita, spontan sang polisi berkata kpada ayah-anak bahwa wanita ini tidak cocok untuk kalian berdua, wanita ini memerlukan suami yg berwibawa. Sontak ayah-anak tak setuju dengan pendapat sang polisi. Dibawalah urusan mereka kepada seorang hakim. Hakim pun berbicara, “masih begitu banyak permasalahan negeri ini, dan kalian ayah-anak-polisi, saling menuntut hanya karena wanita”. Namun setelah hakim melihat si wanita, berkatalah hakim “wanita ini tidak sesuai dengan kalian, dia memerlukan seseorang yg memiliki jabatan dan berwibawa seperti seorang hakim”. Sontak 3 orang tadi tidak terima dan mengadukan hakim tersebut ke pemimpin negeri mereka.
Pemimpin negeri kecewa melihat tingkah para penduduk negerinya yg harus berselisih paham hanya karena masalah seorang wanita. Pemimpin lantas memanggil wanita itu. Hanya saja apa yang dia katakan, seperti halnya perkataan penduduk negerinya. ” Wanita ini membutuhkan pria yg berwibawa serta berkuasa”. Maka bertambahlah yg mengejar wanita itu.
Akhirnya si wanita berkata “yang dapat memiliku adalah yang bisa meraihku saat aku berlari”. Kemudian si wanita berlari, diikuti kejaran para pengagumnya, terus berlari. Kadang sang anak hampir meraihnya, lalu dijegal oleh ayahnya dan didahului oleh hakim dan penguasa. Dan sebaliknya, kadang hakim memimpin dalam perlombaannya, tapi didahului penguasa, kadang penguasa memimpin, dan kemudian kembali sang ayah memimpin. Sampai tiba-tiba empat orang itu terjatu kedalam sebuah lubang yang dalam di tengah jalur lari mereka.
Sang wanita kemudian berhenti berlari, berjalan balik ke lubang itu. Melihat kebawah dan hanya tersenyum. Empat orang itu berkata. “Sebenarnya siapakah engkau duhai wanita yang kami perebutkan ?”. Si wanita berkata “aku adalah dunia, dan lubang tempat kalian terjatuh adalah liang kubur, kalian hanya sibuk berlari dan memandang aku, tanpa kalian sadari lubang yang pasti ada di jalan tempat kalian berlari”.

#Ngenakegwbgt
tarik nafas, depok,2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: