Akhirnya Mahameru

26 Desember 2011, di atapnya tanah Jawa, dalam dingin beku Mahameru, dan keras angin yg menerpa bendera merah putih yang tertancap disana, aku masih diberi kesempatan untuk melihat tulisan ini :

Yang mencintai udara jernih
Yang mencintai terbang burung-burung
Yang mencintai keleluasaan & kebebasan
Yang mencintai bumi
Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung
Mereka tengadah dan berkata, kesana-lah Soe
Hok Gie & Idhan Lubis Pergi
Kembali ke pangkuan bintang-bintang
Sementara bunga-bunga negeri ini tersebar
sekali lagi
Sementara saputangan menahan tangis
Sementara Desember menabur gerimis
24 Desember 1969

(Nisan di puncak Mahameru)

Perlu 7 tahun penantian untuk merealisasikan impian ini, bersujud di hamparan pasir Mahameru, sujudku atas nikmat yang diberikan Maha Penguasa. Bahwa tiap impian memang harus dituju dengan segala niat dan kerja keras. Bahwa pada tiap langkah mencapai impian pasti ada ujian, lelah dan kadang putus asa. Meski langkahmu hilang tak berarti terenggut lautan pasir pendakian. Teruslah melangkah, mendaki, merangkak, walau terjatuh dan tersengal. Jangan tahan air mata ini, renungkan betapa lemah dan kecilnya dirimu, dan ucapkanlah nama-Nya yang agung.

Posted from my phone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: