Tweet bout our own History part 1

Tulisan ini dibuat saat saya sedang senang-senangnya membaca sejarah nasional. Sejarah, bisa dibilang pelajaran paling saya sukai sejak kecil. Tapi makin kesini, makin menurun selera nya, moody dan juga krn waktu yg makin terbatas. Momen kemerdekaan di bulan Ramadhan, memberikan dorongan buat membaca kembali sejarah kemerdekaan.
Saya pernah membaca tentang sosok putra bangsa yang inspiratif, saya coba muat ulang dengan tulisan ini. Sering kita kenal dengan nama HOS Tjokroaminoto, tokoh ini lahir 16 Agustus 1882 di Bakur-Madiun, Tjokro merupakan sosok pendobrak budaya buruk yang diberikan di tanah jajahan, namun tetap berbalut prilaku kooperatif, juga penentang feodalisme dengan logika berfikir cerdas dan berwibawa. Tokoh yang tegas dalam niat tuk merdeka, seperti terlihat pada salah satu isi pidatonya : ” Tidaklah wajar untuk melihat Indonesia sebagai sapi perahan yang diberi makan hanya disebabkan oleh susunya.”

Nama besar organisasi Sarekat Islam di zamannya, tak lepas dari dorongan dan binaan seorang Tjokro. Organisasi ini telah mengangkat golongan rakyat bawah menuju dunia baru yang menerobos hierarki jawa-belanda dan memberikan benih semangat kebangsaan. Tjokro berusaha menolak anggapan bahwa kaum pribumi sebagai “seperempat manusia” dengan “meniru” lambang budaya belanda dengan tujuan memunculkan nilai kesetaraan. Beliau adalah seniman kata yang ulung, tercermin dari pidato, sajak, dan buku yang pernah ia hasilkan. Kata-kata nya penuh semangat walau tak kaya intonasi, militan dan argumentatif, namun tetap menyenangkan. Tak diragukan, Beliau nantinya kita kenal sebagai bapak para tokoh bangsa. Sukarno, Kartosoewirjo, Musso, Tan Malaka besar dalam pemikiran seorang Tjokro.

Bergabung pertama kali di SI, Tjokro membentuk struktur organisasi terarah,
Menjadi sedimikian berpengaruh seiring dgn berkembang pesatnya SI awal 1913. Tjokro yang memiliki darah bangsawan itu berjiwa radikal, khusunya terhadap hal yang bertentangan dengan kesetaraan manusia. Sebuah kutipan sajak Tjokro akan menutup tulisan ini(moody juga nulisnya,🙂 ). Kelak di bagian berikutnya, saya akan coba bahas tentang hubungan Tjokro dengan para pemuda yg kelak kita kenal dengan tokoh-tokoh pengisi sejarah bangsa ini.

Lelap terus, dan kau pun dipuji sebagai bangsa terlembut di dunia.
Darahmu dihisap dan dagingmu dilahap sehingga hanya kulit tersisa.

Siapa pula tak memuji sapi dan kerbau? Orang dapat menyuruhnya kerja, dan memakan dagingnya.
Tapi kalau mereka tahu hak-haknya, orang pun akan memakannya pongah, karena tak mau ditindas.

Bahasamu terpuji halus di seluruh dunia, dan sopan pula.
Sebabnya kau menegur bangsa lain dalam bahasa kromo dan orang lain menegurmu dalam bahasa ngoko.
Kalau kau balikkan, kau pun dianggap kurang ajar.

(Doenia Bergerak, 1914)

Tjokroaminoto, nasionalis yang radikal-kooperatif, orator handal, ideal dalam pemikiran, kata, dan perbuatan.

Posted from my heart for u

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: