Titip salam untukmu…

Assalammualaikum,
Selamat malam, sudah lama kita tak bersua. Hanya sekedar ingin menyapa, apa kabar? Smoga kau baik selalu dan betah disana.
Bagaimana disana? Aku dengar, tiap pagi patung pancoran selalu memantatimu, tenanglah, bukan tidak suka, dia hanya mencoba memberi kamu cukup ruang tuk berjalan. Rileks sajalah, serileks saat kita bersama menghirup aroma cemara, hanya aroma yang kau rasakan kini mungkin agak sedikit “berbeda”.
Bagaimana dengan irama disana, apakah merdu seperti senandung yang kita dengarkan ditengah sunyi belantara ? Semoga tidak jauh berbeda. Teringat semangatmu yang membara dulu, membuatku tenang tentram dalam panas dingin alam. Semoga semangat itu kini tetap menyala…

Andai kita masih bersama, tentu sudah banyak cerita darimu yang kau bagi hingga membuatku terus terjaga. Dan pasti ada beribu-ribu kisah yang dapat kau tuang di sini, jika kita masih bisa bersama. Aku disini hanya punya harapan, kalaupun kau lupa dengan ku, dengan jasad ini, semoga kau tidak lupa dengan perjalanan yang tlah kita lalui bersama dahulu. Walau sesaat……

Mararasak cidahu, kram2 cipanas-suryakencana-cibodas, bolakbalik lwat jonggol, militer2an cikole, maenan aer gerojogan di kolam cinta, maen ujan2an di manglayang, hindarin lemparan2 batu kahuripan, berdiri barengan bandung-jogja, garut pameungpeuk kehujanan, tidur di pasir pantai prigi, keretaan k banyuwangi, renang pake kapal peri k bali, ngos2an ke rinjani, beku2an di segara anak, gili trawangan,air,menue, panas2an surabaya, masihkah kau ingat? Apa kau tak rindu saat saat itu? Aku hanya ingin bertanya,

Dulu pernah kau jahit luka jasadku, kini andai ku punya jiwa dan terluka, akankah kau datang dan obati? Dan dulu waktu kau seruput secangkir kopi panas di puncak- puncak kebekuan udara, hati kita masih membara. Apakah beda dinginnya di puncak- puncak pencakar langit yang kau injak kini ?

Puncak Monas ibarat bunga, menarikmu dengan aromanya. Smoga tak membuatmu lupa. Dan saat debu mulai menyelimuti sekujur tubuhku, aku masih ingin bertanya, kapan kau kembali, sambil terus sibuk meyakinkan diri dengan harapan, bahwa kita pasti bisa bersama lagi.

Maaf banyak bertanya,
salamku,
“Tas carrier mu yang ditinggal di Bandung”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: