Islam dan Tantangan Masa Depan


Realitas Kontemporer Tantangan Umat

Masa pencarian manusia akan kebenaran hakiki tidak akan terhenti selama kehidupan masih berlangsung. Pencarian berlangsung permanen, sejalan dengan anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia. Manusia memiliki akal pikiran, yang juga dapat diartikan adanya kesempatan untuk menuangkan hasil- hasil pemikiran dan gagasan ke dalam kehidupan yang dijalani. Keunggulan- keunggulan “Sang Khilafah” ini membukakan pintu pemicu mekanisme kerja otak yang selalu melahirkan pertanyaan- pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana manusia dapat mengapresiasikan diri dalam perjalanan sementara ini. Pencarian kita akan makna hidup serta jati diri sebagai manusia sejak lama sangat sering membawa manusia kepada tindakan- tindakan kontras bila dibandingkan dengan tingginya akal yang telah dianugerahkan. Banyak diantara kita sebagai manusia, melahirkan pemikiran dan melakukan perbuatan yang kita yakini sebagai buah dari akal pemikiran, kecerdasan, ataupun logika, tetapi sebenarnya justru memperlihatkan dan memperjelas kebodohan dan kedangkalan proses berfikir manusia. Pemikiran – pemikiran manusia kebanyakan hanya berlandaskan patokan keduniaan, kecerdasan dangkal, bahkan nafsu yang bertopeng laiknya logika berfikir. Manusia berjalan tak tentu arah, pandangan hidupnya diliputi kesemuan, pijakan langkahnya hanya berupa naluri untuk bertahan hidup. Jika begitu, akan tampak terlihat serupa, manusia dengan makhluk lain yang juga menempati lingkungan yang sama, tidak ada kelebihan yang bisa membuat jadi berbeda.

Al- Islam, agama yang diridhloi “Sang Khaliq” menjadi tali pegangan dalam jembatan hidup umat manusia serta pedoman yang tak akan pernah tergantikan hingga akhir zaman, menjawab semua permasalahan diatas. Islam telah terbukti membawa referensi- referensi yang menunjang proses berfikir, serta bertindak dengan landasan yang kuat mengakar pada Al-Haq dan terencana sangat rapih juga matang dalam visi masa depannya. Kekuasaan Allah SWT dalam mengutus para Rasul-Nya sebagai pembawa risalah Dienul Islam juga menyimpan strategi tersendiri sebagai bahan pelajaran dan juga pembelajaran manusia saat ini dan yang akan datang. Sejarah mencatat, masa- masa kegemilangan peradaban, dan sumbangsih pengetahuan ada berkat Islam yang rahmatan lil alamin ini. Namun sejarah juga mencatat, ketika umat Muslim mulai mundur meninggalkan ajaran yang dianutnya, sudah memulai kelupaannya akan suatu yang Haq dan Bathil, serta bertabiat yang menyimpang dari apa yang diajarkan agama Islam, maka munculah gejala- gejala hilangnya sisi- sisi tingginya derajat manusia dibanding makhluk lainnya di muka bumi ini. Perpecahan, perebutan kekuasaan, ketamakan, ketidakjujuran, serta penyakit- penyakit yang timbul dalam pribadi- pribadi akhirnya berdampak pada kehidupan sosial masyarakat, negara dan bahkan dunia. Manusia mulai meninggalkan apa yang selama ini telah terbukti membawa kebaikan dalam hidup, menuju kearah kemunduran dan kembali ke arah kejahiliyahan. Umat Muslim, terlihat tidak memiliki prinsip, kehilangan kepribadian dan terus mengalami degradasi di segala bidang karena secara berangsur- angsur meninggalkan ajaran dan nilai yang ada dalam agamanya, Al-Islam. Sementara kemungkinan besar umat lain maju peradabannya setelah meninggalkan ajaran agama dan kepercayaan lain yang dahulu dianut.

Meneropong Tantangan Islam Masa Depan

Berlatar mundurnya umat Muslim dalam segala bidang keduniaan maupun aspek hablumminalloh yang semakin tergantikan oleh kefanaan dunia saat ini,  diperlukan kesadaran dan kontribusi nyata agar Umat dapat keluar dari keterpurukan yang ada. Bukan agama yang perlu direvisi dengan alasan tak sesuai zaman atau sebagainya oleh karena tak ada jaminan akan adanya keterkaitan antara kemunduran umat dengan nilai- nilai agama yang telah diturunkan oleh Alloh SWT jika umat yang menjadikan Islam sebagai agamanya  kurang mampu menjaga tetap tertanamnya secara kaffah nilai- nilai Islam dalam segala aspek kehidupannya. Islam telah terkepung dari segala aspek kehidupan, namun masih sedikit ddiantara umat Muslim yang sadar akan hal tersebut, itupun baru sebatas sadar, ddan belum bertindak apa- apa dalam mengatasi permasalahan tersebut. Dalam bidang ekonomi dan keuangan, Sistem ekonomi Islam dibuat tabu dan canggung untuk diterapkan akibat kepungan sistem ekonomi barat yang sangat tidak manusiawi. Prinsip keberhargaan dalam perekonomian, diputar balik, sehingga harga dalam ekonomi hanya bergantung pada mata uang yang semu dan tidak sebanding dengan nilai intrinsik sebuah benda yang digantikannya. Perekonomian suatu bangsa dibuat sedemikian rupa sehingga timbul kesenjangan hidup, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Sementara dalam sosial politik, propaganda untuk menjelekkan dan bahkan mengubur nama baik dan kebaikan Islam terus menerus mengalir. Umat Islam dibuat menjadi malu akan agamanya sendiri, dan umat lain di luar Islam terus- terus terhanyut dalam arus pencemoohan terhadap Islam. Bidang- bidang lain yang melingkupi kehidupan terus menerus mempecundangi ajaran Islam, menjadikan Islam sesuatu yang aneh dan menyebalkan. Media informasi, media budaya, media yang mengaku memperjuangkan kemanusiaan, hak asasi manusia, dan feminisme terus menerus memojokkan manusia- manusia yang masih tatap kaffah terhadap ajaran dan kebaikan Al-Islam.

Sementara, internal Umat semakin tidak bersahabat, dengan adanya perbedaan pemahaman dan kearoganan mempertahankan pendapat diantara umat, penyesatan yang dilakukan justru dari dalam Umat sendiri, serta kaderisasi kaum muda yang terlupakan, menjadikan tantangan dan permasalahn yang dihadapi umat Islam kian kompleks. Kini, kita mencari- cari dimana persatuan umat yang dahulu kita junjung tinggi, dimana generasi- generasi muda robbani yang dahulu  berjaya menggemilangkan nama Islam ke seluruh penjuru dunia, serta dimana wanita- wanita yang senantiasa menjaga auratnya demi kebaikan. Dimana fakir miskin akan mencari baitul Maal, dimana para orang tua akan menyekolahkan anak- anak mereka tanpa perlu merasa was- was akan menjadi buruknya pekerti buah hatinya.

Inilah tantangan kita, Umat Muslim yang masih memiliki sisa- sisa perjuangan dalam penegakkan Al-Islam. Tidak cukup hanya berpasrah karena Allah SWT menjanjikan kemenangan Islam di akhir zaman.

Gelombang Kebangkitan Yang Mulai Terlihat

Syukur atas rahmat Allah SWT  atas anugerah persaudaraan yang mengikatkan hati umat Muslim, sehingga kesadaran akan perlunya kebangkitan telah mulai menggema dari penjuru negeri dan dunia. Telah tumbuh lembaga- lembaga ekonomi, pendidikan dan pengkaderan, sosial kemasyarakatan bahkan politik serta budaya yang mulai membawa angin positif dalam menegakkan kembali ajaran Islam yang mulia dan serasi dalam hubungan kemanusiaan.  Kesadaran perlu disebarkan kepada seluruh umat, ssehingga muncul kata sepakat bahwa kasih sayang dan prinsip kemanusiaan telah sempurna terdapat pada ajaran Islam. Sehingga umat Islam sadar bahwa sistem ekonomi fundamental yang paling manusiawi adalah ekonomi Islam. Mereka juga sadar propaganda dalam media informasi harus dibantah dengan sesuatu yang sebanding, dan sadar bahwa pendidikan dan pengkaderan generasi muda, yang selama ini menjadi incaran perusakan oleh manusia- manusia yang tidak bersyukur, harus segera dibenahi dan dijaga.

Asrama, Januari 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: