Sejuta kabut (Terima kasih abah Iwan)

Sejuta kabut turun perlahan
Merayap di jemari jalanan
Meratap, melolong lalu menjauh
Menggoreskan kesan suram padaku

Sejuta kabut turun semalam
Mengetuk-ngetuk jendela kamarku
Meratap, melolong lalu menjauh
Menggaungkan kesan ngeri di hati

Lalu kusibak tirai hatiku
Kubuka lebar-lebar pintu jiwaku
Kuterjuni kabut yang di kakiku
Berbekal matahari
yang bernyala
yang membara

(Iwan Abdulrahman)

Ada kegelisahan, ada kesedihan, bahkan ketakutan yang diisyaratkan lirik lagu itu. Tapi lirik ini juga menyemburkan aura semangat. Walau kabut tebal menghadang, tak akan menjadi penghalang langkah hidup ini. Oleh karena matahari tetap bernyala. Terbit dari ufuk timur dengan kehangatan ,  keberanian, untuk menempuh hari ini, esok, dan yang akan datang.

Semangat !!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: