Peran

Ketika Sang Raja terbangun, Sang Raja ingin melihat pementasan sandiwara . Peran apa yang sedang marak diperbincangkan pada zaman ini, saat Sang Raja terbangun.

Peran pangeran bersajak melayu yang merindukan belahan hati di seberang pulaukah ?

Atau peran raksasa penculik balita diwaktu purnama

Tapi firasat Sang Raja lebih membenarkan bahwa kemungkinan terbesar peran yang sedang digandrungi di zaman Sang Raja tebangun ini, adalah peran kura- kura dalam bingkai fabel penuh nasehat hidup

Maka Sang Raja bergegas memutar mata demi mencari panggung penuh keramaian dan menemukan lingkaran permukiman

Di pusat lingkaran Sang Raja melihat cahaya, Sang Raja bergegas mendekat, terlihat panggung penuh sesak dengan aktor rapih ber wibawa, sesaat Sang Raja mendekat, lebih dekat,  ada adegan pertengkaran, perkelahian, saling ejek, dan adegan dewasa…

Sang Raja mulai bisa menerka sebagian peran, ada peran Si Tukang Tidur,  Si Mulut Tak Halus, Si Pemarah……. dan, semakin tertarik dengan peran yang ada, Sang Raja mencoba mengintip ke belakang layar,   melalui lubang di tirai layar, Sang Raja melihat penonton lebih ramai namun hening, yang ternyata menonton dibalik layar sambil terus menerus melemparkan kertas –kertas dan bungkusan rapih ke panggung ini.

Tapi, Sang Raja tak kenal tema sandiwara ini, dan terlintas pikiran Sang Raja, sebegitu jauhkah Sang Raja terpisah dengan zamannya, atau ini sudah jauh dari wilayah Sang Raja….  Sang Raja akhirnya tak menghiraukan panggung ini, dan bergegas mencari panggung lain dipinggiran lingkaran.

Dan ternyata semakin banyak panggung di pinggi lingkaran, satu panggung menyajikan adegan perdebatan sepertinya, Sang Raja bertanya, apa panggilan peran yang saling berdebat, sebagian penonton menjawab bahwa peran yang sedang tampil ini adalah peran pujaan dengan panutan, mereka sedang berdebat masalah aurat

Masuk ke babak berikutnya dalam panggung yang sama, ada adegan perang urat syaraf suami istri yang ingin bercerai, tarik- menarik anak sendiri, Sang Raja tersendak menahan tawa

Ketika melihat sekeliling, Sang Raja terheran mengapa banyak sekali panggung berdiri berdekatan,

Lebih ke pinggir lingkaran, Sang Raja melihat panggung yang tergenang cairan merah, Sang Raja mendekat, dan mencium anyir darah, oh terlihat para pemeran saling hantam, bunuh, adegan perang, pembantaian, dan kematian, semua bercampur tangisan,

Sang Raja semakin ngeri saat Para Pemeran menuju kearah penonton dan memberi juga mereka peran sebagai korban, penonton ketakutan sampai kurus, lemas, tak sanggup makan bahkan bernapas sekalipun.

Sang Raja tersendak  menahan tangis dan berlari menjauh…………………………………………………………………..

Sang Raja berlari hingga ke pinggir lingkaran, yang ternyata juga merupakan panggung yang melingkar membentuk pembantas bak benteng pelindung.

Sang Raja menaiki panggung ini, berjalan dan terus berjalan sepanjang panggung, terihat hanya ada tokoh – tokoh  berjubah, peran apa, Sang Raja tak bisa menerka,

Peran apakah ini, semakin pusing namun semakin penasaran, Sang Raja mendakati salah satu tokoh, Sang Raja menanyakan pada tokoh itu, sedang berperan sebagai apakah dia,

Dia hanya tersenyum dan membuka jubahnya, kemudian yang Sang Raja melihat sekujur  tubuh yang ditutupi oleh bermacam- macam topeng peran.

Sang Raja keluar dari lingkaran itu dengan pikiran kacau, kemudian mencoba sekuat tenaga untuk tertidur kembali.

( ingin sunyi di tempat ini)

Bandung, 1 Maret 2009

One response to this post.

  1. Link sudah saya add mas, mohon di linkback blog saya. Salam blogger, terimakasih.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: