“Orang Pintar” vs Dokter Korea

Beberapa waktu lalu, ada hal yang menarik saat melakukan perjalanan ke Jogja (Jogja.. Jogja…). Alkisah, ada seorang pemuda masih kerabat (jauh), berumur duapuluhan akhir yang mencoba merantau ke negeri gingseng Korea. Baru beberapa hari bekerja di sebuah perusahaan industry, pemuda tersebut mengalami sakit aneh. Ketika bekerja, tiba- tiba di beberapa bagian tubuhnya seperti terserang stroke (gejalanya mirip stroke). Pemuda tersebut dibawa ke Rumah Sakit, namun setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh, dokter Korea tidak menemukan adanya gejala- gejala keanehan. Setelah tubuhnya kembali normal, pemuda tersebut memutuskan bekerja kembali. Namun baru satu hari masuk kerja, pada hari itu juga penyakitnya kambuh lagi, dan dibawa ke RS, diperiksa dan dokter tak menemukan ada sesuatu yang ganjil. Hal tersebut berulang beberapa kali sampai akhirnya pihak Perusahaan penyalur tidak mau menanggung biaya berobat karena teramat merugikan mereka. Akhirnya Pemuda tersebut memutuskan pulang ke kampong halaman, dengan gejala yang masih sering kambuh. Setibanya di kampung halaman, keluarga si Pemuda menyarankan agar si pemuda pergi ke “Orang Pintar “. Mungkin karena sugesti atau apalah, akhirnya pemuda kembali normal. Ataukah mungkin penyakit yang berasal dari lokasi berbeda sehingga tidak pernah ada di Korea (setahu saya syndrome dan penyakit aneh, kerap muncul di negara- negara empat musim) ??

Di tempat yang berdekatan, terdapat seorang Bapak yang mengalami penyakit aneh, sering keluar cairan hijau terkadang pekat, dari pori- pori di kepalanya. Badannya demam, menggigil dan panas dingin. Setelah Rumah Sakit tak juga menemukan obat yang manjur, bahkan Dokter sendiri tidak mengetahui si Bapak mengidap penyakit apa, maka si Bapak memutuskan pergi ke Orang Pintar. Akhirnya si Bapak sembuh, karena Orang Pintar tadi mengetahui bahwa si Bapak sakit karena kepalanya terciprat (terkena sisa- sisa) bisa ular kemudian diberikan obat tradisional.

Saya tidak mengangkat kesaktian atau mitos yang mengarah pada kesyirikan dan sebagainya. Tidak pula mengarahkan topik bacaan ini agar tersimpulkan hal persuatif kepada dukun, Orang pintar, Paranormal yang lebih baik daripada Dokter dan sebagainya. Bukan statement seperti itu yang dimaksud. Yang menarik bagi saya adalah mungkin Orang Pintar memiliki pengalaman lebih, yang secara turun temurun diwariskan, bukan hanya sekedar penurunan teori. Kalau soal pengalaman mungkin saja Orang Pintar dari Indonesia lebih berpengalaman daripada Dokter Korea sekalipun. Jadi mungkin saja jika kita dapat mengekspor Orang Pintar ke mancanegara. Entah harus bersyukur atau tidak ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: