Karakter Pemimpin yang Dinanti

Tema : Peran pemimpin dalam mencapai kemerdekaan Indonesia seutuhnyaKarakter Pemimpin yang Dinanti …..sekali merdeka tetap merdekaselama hayat masih dikandung badan…..            Kutipan syair lagu di atas mungkin sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita. Syair ini terus kita nyanyikan selama 61 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Kebanggan, serta rasa cinta yang mendalam terhadap bangsa ini tertuang dalam syair lagu tersebut. Kebanggan yang sama juga ada dalam hati para proklamator kemerdekaan saat 61 tahun yang lalu. Indonesia, 61 tahun yang lalu, telah menyatakan kesepakatan bersama dengan mengangkat Soekarno-Hatta sebagai presiden dan wakil presiden RI yang pertama. Kemerdekaan Indonesia merupakan torehan tinta emas sejarah kehidupan bangsa. Sejarah kesepakatan dan kessatuan yang harus tetap dipegang oleh bangsa Indonesia.              Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mau belajar dari sejarah. Kalimat tersebut berlaku untuk seluruh bangsa, tak terkecuali bangsa Indonesia. Bangsa ini harus belajar dari sejarah, terutama sejarah para pemimpin Indonesia terdahulu. Apalagi, bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis kepemimpinan dan kekurangan panutan. Sejarah Indonesia membuktikan bahwa, keadaan bangsa dan karakter pemimpin merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan. Dalam sejarah bangsa, karakter pemimpin yang dipercaya oleh rakyat, adalah karakter manusia yang memang sedang diperlukan bangsa dalam keadaan yang ada saat itu. Bangsa ini menjadi saksi, betapa bervariasinya karakteristik para pemimpin terdahulu dengan keadaan bangsa pada masa yang berbeda pula. Contohnya, Soekarno dengan nasionalisme-nya diangkat menjadi presiden pertama RI, tidak lain karena karakter yang ia miliki memang sedang diperlukan oleh keadaan bangsa saat itu. Belajar dari hal tersebut, Kita diharapkan dapat mencari karakter pemimpin yang diperlukan oleh bangsa pada saat ini. Indonesia saat ini, sedang mengalami krisis multidimensi yang berkepanjangan. Kerusakan dari berbagai dimensi seakan bersatu secara serentak melanda negeri ini. Keadaan yang mendera bangsa ini, berawal dari satu hal, yaitu  proses belajar. Indonesia sebagai suatu bangsa akan terus belajar, belajar menjadi merdeka,terhormat dan maju. Proses belajar ini merupakan proses yang panjang dan berkelanjutan dan secara langsung dipengaruhi oleh situasi yang ada. Situasi bangsa yang ada pada akhirnya akan berujung pada pencarian karakter rakyat dan pemimpin yang mendukung proses belajar bangsa sendiri. Pemimpin adalah penggerak rakyat dan penghubung rakyat dengan proses belajar bangsa. Sehingga jelaslah bahwa karakter pemimpin sangat berperan dalam proses belajar suatu bangsa. Pemimpin seperti apakah yang sangat diperlukan dan sangat berperan dalam proses belajar bangsa Indonesia saat ini?             Pemimpin secara langsung berperan sebagai lokomotif (penggerak) langakah masyarakat. Sehingga kemajuan dan kemunduran yang dialami dapat dipengaruhi karakter pemimpin. Pengaruh pemimpin akan memberi jalan bagi pemimpin untuk menjadi penentu kebijakan yang akan diterapkan. Inilah yang sering menjadi polemik tajam akibat timbulnya ketidakselarasan antara pemimpin dan yang dipimpin dalam penerapan kebijakan. Hal ini yang juga terus melekat pada sejarah pembangunan bangsa Indonesia hingga kini. Untuk itu, perlu penyaringan karakter pemimpin yang cerdas dalam arti dapat menjadi penentu kebijakan yang biujaksana.             Pemimpin juga harus berpengaruh, akan tetapi tidak mudah terpengaruh. Artinya, pemimpin harus memiliki sikap yang mendekatkan pribadinya dengan yang dipimpin. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan menjadikan diri seorang pemimpin sebagai inovator atau pembaharu menuju ke arah yang lebih baik. Namun, pemimpin harus tegas dan memiliki pendirian, tetapi tidak otoriter total, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh gangguan dan ancaman yang ada. Karakter pemimpin yang komunikatif, juga diperlukan dalam pembangunan saat ini. Komunikasi yang baik antara seluruh lapisan dapat dijadikan senjata melawan permasalahan – permasalahan yang timbul dari dalam tubuh bangsa sendiri, yang selama ini membelenggu kemerdekaan dan kedaulatan negara Indonesia  seutuhnya contohnya pertikaian SARA dan masalah disintegrasi yang sampai saat ini masih bertahan dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).Dalam mempertahankan kesatuan bangsa dari intervensi dan ” penjajahan  terselubung” yang datang dari luar tubuh NKRI, pemimpin juga memiliki arti penting sebagai barrier dan filter sehingga harus dapat melihat dan mempertimbangkan kerugian dan keburukan yang akan didapat akibat dari sikap aktif atau diamnya terhadap unsur – unsur multidimensi yang datang dari luar,yaitu sikap aktifnya menolak atau menyetujui sesuatu yang datang dan sikap diamnya terhadap sesuatu yang masuk kedalam  berbagai sendi- sendi kehidupan bangsa. Dengan menjadi barrier dan filter, seorang pemimpin menjadi serdadu terdepan dalam mempertahankan dan mencapai kemeerdekaan NKRI seutuhnya.

Pada akhirnya, karakter pemimpin yang dinanti adalah pemimpin yang amanah dalam tanggung jawab yang diemban, serta visioner dalam melihat strategi memajukan dan merebut kemerdekaan bangsa seutuhnya. Sehingga, dengan karakter- karakter tersebut, seorang pemimpin memegang peranan sangat penting dalam membangkitkan bangsa ini dari keterpurukan dan dalam proses pencapaian  kemerdekaan Indonesia kita seutuhnya.   

Agustus 2006

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: