Teratai (Sanusi Pane)

October 27, 2009

Dalam kebun di tanah airku

Tumbuh sekuntum bunga teratai

Tersembunyi kembang indah permai

Tidak terlihat orang yang lalu

Akarnya tumbuh di hati dunia

Daun berseri Laksmi mengarang

Biarpun ia diabaikan orang

Seroja kembang gemilang mulia

Teruslah, O Teratai Bahagia

Berseri di kebun Indonesia

Biar sedikit penjaga taman

Biarpun engkau tidak dilihat

Biarpun engkau tidak diminat

Engkau turut menjaga Zaman

 

(Sanusi Pane)

Thanks,


Antara Lombok dan KCB

July 22, 2009

Seperti kata orang bijak dan para trainer program pengembangan diri, “Mimpi itu harus dikejar selagi masih punya kesempatan”. Mimpi lama yang belum kesampaian, dikejar pas ada kesempatan. Untuk mengejar mimpi, diperlukan persiapan matang juga briefing yang rapih. Maka dimulailah briefing itu

15/6/2009 7.20 PM

SDC10045

C                             : jreng….jeng….(suara ditekan seperti mau melahirkan)“ kuambil gitar ,,. Dan mulai memainkan                                                      ……..%##$%”.

Eh jadi briefing Lombok ngga nih, belum pada dateng, habis magrib kan janjiannya,.

Oknum                : Kirain aku yang paling telat nyampe sini

C                             : eh temen- temen, si G sms nih, dia izin ga bisa dateng, nonton bioskop…..

Oknum                 : #%@$##!!!

A                            : tah vava…!

A                            : Nonton apaan dia, KCB?

C                            : Kayaknya , ntar aku tanyain dlu

Oknum                : Eh, btw, nonton aja yuu! (tidak serius)

A                           : Mau nonton (serius)

C                            : si G nonton KCB, ktanya blom penuh, di Breigei dia nontonnya, aku mau nonton… (sangat serius)

Oknum                : Nonton nih, yaudah kasih tau yang lain, kita mau nonton, briefing Lombok-nya besok aja pas mau         berangkat….(kacau mode on)

C               : Yaudah, aku sms-in yang lain ya….(semangat membara!)

Di perjalanan ke Breigei……

C                                 : Eh, yang lain juga mau nonton, suruh langsung ke TKP aja ya!

Oknum                     : yoi2…(terlintas di benaknya, wah gimana kalau briefingnya di sana)

Di Breigei, tiket masih tersedia banyak, ketemuan sebagian besar peserta yang tadinya mau briefing, technical meeting 2 menit, akhirnya tercapai kata sepakat,

“ Agar pekerjaan yang dilakukan terfokus dan arahnya jelas, Briefing Lombok diundur besok saja, sekarang fokus nonton KCB dulu “

“Akhirnya KCB menambah panjang daftar mimpi mereka dan membuat briefing lebih jauh tentang masa depan ”


Peran

March 4, 2009

Ketika Sang Raja terbangun, Sang Raja ingin melihat pementasan sandiwara . Peran apa yang sedang marak diperbincangkan pada zaman ini, saat Sang Raja terbangun.

Peran pangeran bersajak melayu yang merindukan belahan hati di seberang pulaukah ?

Atau peran raksasa penculik balita diwaktu purnama

Tapi firasat Sang Raja lebih membenarkan bahwa kemungkinan terbesar peran yang sedang digandrungi di zaman Sang Raja tebangun ini, adalah peran kura- kura dalam bingkai fabel penuh nasehat hidup

Maka Sang Raja bergegas memutar mata demi mencari panggung penuh keramaian dan menemukan lingkaran permukiman

Di pusat lingkaran Sang Raja melihat cahaya, Sang Raja bergegas mendekat, terlihat panggung penuh sesak dengan aktor rapih ber wibawa, sesaat Sang Raja mendekat, lebih dekat,  ada adegan pertengkaran, perkelahian, saling ejek, dan adegan dewasa…

Sang Raja mulai bisa menerka sebagian peran, ada peran Si Tukang Tidur,  Si Mulut Tak Halus, Si Pemarah……. dan, semakin tertarik dengan peran yang ada, Sang Raja mencoba mengintip ke belakang layar,   melalui lubang di tirai layar, Sang Raja melihat penonton lebih ramai namun hening, yang ternyata menonton dibalik layar sambil terus menerus melemparkan kertas –kertas dan bungkusan rapih ke panggung ini.

Tapi, Sang Raja tak kenal tema sandiwara ini, dan terlintas pikiran Sang Raja, sebegitu jauhkah Sang Raja terpisah dengan zamannya, atau ini sudah jauh dari wilayah Sang Raja….  Sang Raja akhirnya tak menghiraukan panggung ini, dan bergegas mencari panggung lain dipinggiran lingkaran.

Dan ternyata semakin banyak panggung di pinggi lingkaran, satu panggung menyajikan adegan perdebatan sepertinya, Sang Raja bertanya, apa panggilan peran yang saling berdebat, sebagian penonton menjawab bahwa peran yang sedang tampil ini adalah peran pujaan dengan panutan, mereka sedang berdebat masalah aurat

Masuk ke babak berikutnya dalam panggung yang sama, ada adegan perang urat syaraf suami istri yang ingin bercerai, tarik- menarik anak sendiri, Sang Raja tersendak menahan tawa

Ketika melihat sekeliling, Sang Raja terheran mengapa banyak sekali panggung berdiri berdekatan,

Lebih ke pinggir lingkaran, Sang Raja melihat panggung yang tergenang cairan merah, Sang Raja mendekat, dan mencium anyir darah, oh terlihat para pemeran saling hantam, bunuh, adegan perang, pembantaian, dan kematian, semua bercampur tangisan,

Sang Raja semakin ngeri saat Para Pemeran menuju kearah penonton dan memberi juga mereka peran sebagai korban, penonton ketakutan sampai kurus, lemas, tak sanggup makan bahkan bernapas sekalipun.

Sang Raja tersendak  menahan tangis dan berlari menjauh…………………………………………………………………..

Sang Raja berlari hingga ke pinggir lingkaran, yang ternyata juga merupakan panggung yang melingkar membentuk pembantas bak benteng pelindung.

Sang Raja menaiki panggung ini, berjalan dan terus berjalan sepanjang panggung, terihat hanya ada tokoh – tokoh  berjubah, peran apa, Sang Raja tak bisa menerka,

Peran apakah ini, semakin pusing namun semakin penasaran, Sang Raja mendakati salah satu tokoh, Sang Raja menanyakan pada tokoh itu, sedang berperan sebagai apakah dia,

Dia hanya tersenyum dan membuka jubahnya, kemudian yang Sang Raja melihat sekujur  tubuh yang ditutupi oleh bermacam- macam topeng peran.

Sang Raja keluar dari lingkaran itu dengan pikiran kacau, kemudian mencoba sekuat tenaga untuk tertidur kembali.

( ingin sunyi di tempat ini)

Bandung, 1 Maret 2009


Kunci Zuhud

May 1, 2008

Aku tahu,

Rizkiku tak mungkin diambil orang lain,

karenanya hatiku tenang.

Aku tahu,

Amalku tak mungkin dilakukan orang lain,

maka aku sibukkan diriku untuk beramal.

Aku tahu,

Allah selalu melihatku, karenannya aku malu

bila Allah mendapatkanku melakukan maksiat,

Aku tah,

kematian menantiku,

maka kuperiapkan bekal untuk berjumpa

dengan Rabb- ku

(Hasan Al- Basri)


Pertama kali posting setelah sekian lama tak menyentuh blog dan dunianya

April 20, 2008

Pertama kali posting setelah sekian lama tak menyentuh blog dan dunianya


My First Greeting

December 17, 2007

Assalamu’alaikum Wr Wb

Ínilah blog Saya, bukan yang pertama saya buat.Sketsa diri

Namun blog ini adalah blog yang paling serius saya buat diantara blog- blog lain yang sebelumnya telah saya buat.

Mungkin secara sadar atau tidak, manusia di dunia dibekali misi khusus yang berbeda- beda antara satu dengan lainnya.
Dan Mudah- mudahan semua menemukan dan menjalankan dengan baik apa- apa yang telah digariskan dalam hidup kita.
Dan kita akan mengetahui bahwa untuk itulah manusia hidup.

 

“Dalam setiap keindahan, selalu ada mata yang memandang. Dalam setiap kebenaran, selalu ada telinga yang mendengar.
Dalam setiap kasih, selalu ada hati yang menerima.”

 

Semoga blog ini bermanfaat,

Wassalam