December 2, 2009
Why people prefer fishing with bait that fish delight in it, to take bait from human foods? Ofcourse if we want to make a fish come closer and eat bait, we have to use lovely fish bait. Certainly, those also act as human being. Nevertheless, the condition that commonly happens in life is Most of the human use thinks that they like to motivate others. They consider others will like the same things. A research discovered that a success has created on the people who knows others goal. The Ones who labeled failed are the “man unnoticed others interest”. Henry Ford said, “If there is the secret of success, it must come from an ability to understand others point of view and see the good side from that and from yours”. This name is “Multiple perspectives” which focus on the ability to consider a lot point of view. Changes the perception one side to another side systematically can supply the importance information about the situation which conscious awareness before. The real goals in this are the respect on different beliefs, values, and many of them, better than force the similarity. Every innovation in technology is the consequence of different sight to the world. In human relationship, whenever we understand clearly what are people thinking and feeling about, that we can create and maintain the close relationship easier, communicate respect and clearly. This condition is good condition that can solve the household problems, make a success negotiation, selling technique, increase the quality of customer service, invent the favorite’s product etc.
The position as an observer for example, will be different from as a first person position, so that the second. In this position, we see, hear, and feel the interaction at the first and second person point of view. So, in this flat world, the main thing is prepare ourselves to become an neutral or observer man in some problems, or the way we life.
If we choose our life position for ourselves in first person’s position, we can truly respect what are importances for us. Than appear the condition which we have to see, hear, and feel the situation that face in our lives with our own life, point of view, an ourselves interpretation.

Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Sepatah Kata |
Permalink
Posted by zakiaf
December 2, 2009
Realitas Kontemporer Tantangan Umat
Masa pencarian manusia akan kebenaran hakiki tidak akan terhenti selama kehidupan masih berlangsung. Pencarian berlangsung permanen, sejalan dengan anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia. Manusia memiliki akal pikiran, yang juga dapat diartikan adanya kesempatan untuk menuangkan hasil- hasil pemikiran dan gagasan ke dalam kehidupan yang dijalani. Keunggulan- keunggulan “Sang Khilafah” ini membukakan pintu pemicu mekanisme kerja otak yang selalu melahirkan pertanyaan- pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana manusia dapat mengapresiasikan diri dalam perjalanan sementara ini. Pencarian kita akan makna hidup serta jati diri sebagai manusia sejak lama sangat sering membawa manusia kepada tindakan- tindakan kontras bila dibandingkan dengan tingginya akal yang telah dianugerahkan. Banyak diantara kita sebagai manusia, melahirkan pemikiran dan melakukan perbuatan yang kita yakini sebagai buah dari akal pemikiran, kecerdasan, ataupun logika, tetapi sebenarnya justru memperlihatkan dan memperjelas kebodohan dan kedangkalan proses berfikir manusia. Pemikiran – pemikiran manusia kebanyakan hanya berlandaskan patokan keduniaan, kecerdasan dangkal, bahkan nafsu yang bertopeng laiknya logika berfikir. Manusia berjalan tak tentu arah, pandangan hidupnya diliputi kesemuan, pijakan langkahnya hanya berupa naluri untuk bertahan hidup. Jika begitu, akan tampak terlihat serupa, manusia dengan makhluk lain yang juga menempati lingkungan yang sama, tidak ada kelebihan yang bisa membuat jadi berbeda.
Al- Islam, agama yang diridhloi “Sang Khaliq” menjadi tali pegangan dalam jembatan hidup umat manusia serta pedoman yang tak akan pernah tergantikan hingga akhir zaman, menjawab semua permasalahan diatas. Islam telah terbukti membawa referensi- referensi yang menunjang proses berfikir, serta bertindak dengan landasan yang kuat mengakar pada Al-Haq dan terencana sangat rapih juga matang dalam visi masa depannya. Kekuasaan Allah SWT dalam mengutus para Rasul-Nya sebagai pembawa risalah Dienul Islam juga menyimpan strategi tersendiri sebagai bahan pelajaran dan juga pembelajaran manusia saat ini dan yang akan datang. Sejarah mencatat, masa- masa kegemilangan peradaban, dan sumbangsih pengetahuan ada berkat Islam yang rahmatan lil alamin ini. Namun sejarah juga mencatat, ketika umat Muslim mulai mundur meninggalkan ajaran yang dianutnya, sudah memulai kelupaannya akan suatu yang Haq dan Bathil, serta bertabiat yang menyimpang dari apa yang diajarkan agama Islam, maka munculah gejala- gejala hilangnya sisi- sisi tingginya derajat manusia dibanding makhluk lainnya di muka bumi ini. Perpecahan, perebutan kekuasaan, ketamakan, ketidakjujuran, serta penyakit- penyakit yang timbul dalam pribadi- pribadi akhirnya berdampak pada kehidupan sosial masyarakat, negara dan bahkan dunia. Manusia mulai meninggalkan apa yang selama ini telah terbukti membawa kebaikan dalam hidup, menuju kearah kemunduran dan kembali ke arah kejahiliyahan. Umat Muslim, terlihat tidak memiliki prinsip, kehilangan kepribadian dan terus mengalami degradasi di segala bidang karena secara berangsur- angsur meninggalkan ajaran dan nilai yang ada dalam agamanya, Al-Islam. Sementara kemungkinan besar umat lain maju peradabannya setelah meninggalkan ajaran agama dan kepercayaan lain yang dahulu dianut.
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Sepatah Kata |
Permalink
Posted by zakiaf
December 2, 2009
Menggagas Pemerintahan yang “Me-mandiri”,
Membuka Jalan Pemandirian Global di Bumi Indonesia
Penyadaran akan Kesadaran
Keadaan terjajah yang dialami bangsa besar ini, dapat dikatakan sebagai suatu hal yang unik, jenaka sekaligus menyedihkan. Banyak kalangan menilai, nama Indonesia identik dengan potret ironi berupa ketimpangan logika dalam realitas yang ada. Bangsa besar dengan kekayaan alam melimpah ini, telah lama mendapat peran laiknya anak lugu yang mudah dibodohi dan diombang-ambingkan pendiriannya oleh sesuatu yang lebih besar dari penjajahan terstruktur yang sedang dialami itu sendiri. Seesuatu ini bersifat samar bentuk, namun jelas adanya, tak lain dan tak bukan adalah “ketidaksadaran”. Sering dan hampir selalu, bangsa ini diperalat oleh pinjaman “uang jajan” yang mengarahkan dan menganugerahkan jabatan rendah sebagai hanya menjadi negara konsumen. Bangsa ini seakan cukup puas dan berbangga menjadi pemasok bahan mentah bagi kegiatan produksi di negara-negara maju, sekaligus menjadi surga bagi hasil produksi asing tersebut. Putaran kelebihan kapital negara- negara maju diibaratkan seperti angin puting beliung yang tak kenal untuk berhenti sejenak dan selalu menciptakan efek fatamorgana dalam masyarakat. Bukan hanya itu, politik dan pemerintahan yang berjalan, telah tergadaikan bahkan menjadi alat transaksi peminjaman hutang dalam berbagai kesempatan. Pergantian pemerintahan dan kekuasaan seakan hanya ritual pergantian pakaian untuk menghapus dosa, namun tanpa disertai dengan pergantian pemikiran dan karakter.
Usaha untuk memperbaiki keadaan bangsa sebenarnya telah sering dikumandangkan oleh anak- anak negeri, namun seringkali berujung dan terbentur sebatas wacana atau hanya dipandang sebagai suara samar yang dianggap angin oleh pemerintah. Inilah kerangkeng besi yang terus- menerus menekan dan membuat terpuruk keadaan multidimensi bangsa ini. Titik kelemahan bangsa besar ini telah dijinakkan lalu dikurung dalam kandang sehingga tetap menuruti keinginan sang pemilik kandang untuk melakukan bunuh diri secara perlahan dengan membiarkan efek domino terjadi terhadap sendi- sendi serta segala dimensi yang ada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Sepatah Kata |
Permalink
Posted by zakiaf
December 2, 2009
“Kata orang tanah Kita tanah surga, Tongkat Kayu dan Batu jadi tanaman..”
Kisah ironis terjadi pada negeri ini, Indonesia. Tanah, lautan dan segala sumber daya alam yang dimiliki, merepresentasikan surga segala kekayaan dan keistimewaan yang ada di dunia. Namun, ibarat tikus yang kelaparan di lumbung padi, masalah demi masalah melanda kehidupan manusia Indonesia. Kemiskinan serta Kelaparan terjadi di berbagai wilayah bak gaung menyambut. Di berbagai daerah, saudara kita kelaparan, melewati hidup dengan ketakutan serta ketidakmampuan bahkan untuk bermimpi sekalipun. Tempat tinggal, pendidikan serta segala fasilitas yang seharusnya menjadi hak setiap Warga Negara, sering tak terbeli. Belum lagi permasalahan struktural dan kultural yang juga menekan kehidupan. Segala permasalahan tersebut pada akhirnya dapat melahirkan keputusasaan yang memberikan godaan besar bagi masyarakat untuk mengakhiri hidup secepat mungkin.
Kelaparan dan kemiskinan tidak hanya terjadi di daerah tertentu yang memang miskin kualitas sumber daya. Permasalahan ini terjadi juga di kota- kota besar, bahkan di daerah- daerah yang memiliki sumber daya alam yang mumpuni. Suatu hal yang sungguh ironis. Pokok permasalahan sebenarnya bukan dikarenakan kualitas daerah yang kurang mencukupi dalam hal pemenuhan kebutuhan penduduk, ataupun aliran dan suplai sumber daya yang tersendat karena daerah tersebut terpencil. Buktinya, permasalahan kemiskinan, kelaparan dan sebagainya juga ada di kota besar, daerah kaya, bahkan mungkin di tetangga perumahan mewah sekalipun.
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Sepatah Kata |
Permalink
Posted by zakiaf
November 16, 2009
Sejuta kabut turun perlahan
Merayap di jemari jalanan
Meratap, melolong lalu menjauh
Menggoreskan kesan suram padaku
Sejuta kabut turun semalam
Mengetuk-ngetuk jendela kamarku
Meratap, melolong lalu menjauh
Menggaungkan kesan ngeri di hati
Lalu kusibak tirai hatiku
Kubuka lebar-lebar pintu jiwaku
Kuterjuni kabut yang di kakiku
Berbekal matahari
yang bernyala
yang membara
(Iwan Abdulrahman)
Ada kegelisahan, ada kesedihan, bahkan ketakutan yang diisyaratkan lirik lagu itu. Tapi lirik ini juga menyemburkan aura semangat. Walau kabut tebal menghadang, tak akan menjadi penghalang langkah hidup ini. Oleh karena matahari tetap bernyala. Terbit dari ufuk timur dengan kehangatan , keberanian, untuk menempuh hari ini, esok, dan yang akan datang.
Semangat !!!!
Leave a Comment » |
Sepatah Kata |
Permalink
Posted by zakiaf
October 27, 2009
Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu
Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri Laksmi mengarang
Biarpun ia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia
Teruslah, O Teratai Bahagia
Berseri di kebun Indonesia
Biar sedikit penjaga taman
Biarpun engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga Zaman
(Sanusi Pane)
Thanks,
Leave a Comment » |
Sepatah Kata |
Permalink
Posted by zakiaf