Surabaya Sangat Sejuk Sekali

November 27, 2009

Menginjakkan kaki pertama kali di Kota Pahlawan langsung terasa “sejuk”. Bukan apa-  apa, kalau dilihat sekilas, kota ini paling mirip dengan Jakarta mungkin. Dari segi bangunan dan ornamennya, kepadatan dan rutinitasnya, bahkan udaranya memberikan kesan inilah “Jakarta kedua”, atau malah sebaliknya, Jakartalah yang harus disebut “Surabaya kedua”.

Kota ini menurut catatan sejarah, didirikan pada tahun 1293 M, yaitu saat terjadi peristiwa kemenangan Raden Wijaya, Raja Pertama Mojopahit melawan pasukan China. Surabaya adalah cerminan kota yang setia mengemban amanatnya sebagai kota pelabuhan di nusantara hingga kini.

Lalu, mengapa Judul tulisan ini berbunyi “Surabaya Sangat Sejuk Sekali”? Read the rest of this entry »


Catatan Kecil Rinjani

November 25, 2009

..

.

..

.

Dunia memang menyediakan aneka media untuk berkontemplasi

Memberikan kail untuk memancing pembelajaran akan hakekat manusia

Hanya saja diri ini sering seperti lupa untuk memanusiakan manusia

Lupa akan segala keterbatasan, lupa akan segala yang tak patut untuk diremehkan

Kita dapat putus asa sebelum melihat garis awal dalam berlari

Namun tekad bulat menguatkan untuk menyelesaikan apa yang sudah dipilih

Dari sekian banyak pilihan, dan Hidup ternyata bukan sekedar pilihan

Maka marilah bermimpi akan masa depan

Lalu tiap ranting dan batang kering kita kumpulkan

Agar mimpi ini dapat dihangatkan,

Mempersiapkan bara yang merah menyala,  buat mendidih sekalian

Untuk bekal pencarian makna yang selalu dipertanyakan

Kehidupan

Apa yang kita sebut kehidupan mungkin sebenarnya bukan mutlak kegaduhan seperti pasar malam, Bukan pula keheningan monoton,

Dengarlah senandung binatang dalam gelap malam ini, rasakan, maka kita akan mengerti bahwa keheningan juga memerlukan teman

Atau liriklah sejengkal ke atas, bintang bintang sengaja ditaburkan, membawa pesan terang yang tenang, tenang tetapi terang.

Saat ini, hanya do’a yang masih bisa dibawa

Semoga pasir ini mau menjadi saksi untuk sujud kita

Gelegar letusan ini akan menutup rapat keangkuhan kita

Gemuruh angin disini terus menyalakan api kerinduan

Rindu kami pada keridhoan -Nya

(Pelawangan Senaru, 2009)


Pesona Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air di barat laut Lombok

July 22, 2009

Perjalanan ke Lombok, tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi obyek wisata 3 pulau eksotis di barat laut Pulau Lombok. Tiga pulau yaitu, Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno, member sajian keindahan pantai pasir putih serta warna alam lain yang sangat tajam nan memikat, seperti kejernihan laut, terumbu karang dan biota laut, serta keberagaman makhluk hidup yang tak kalah mempesona. Obyek wisata ini tak jauh ke utara dari pantai senggigi, hanya beberapa km menuju pasar dan simpang Pemenang, kemudian ambil jalur ke kiri atau kearah barat Kita sudah sampai ke labuhan tempat perahu- perahu dapat membawa ke tiga pulau tersebut. Dari simpang pemenang, perjalanan sebenarnya dapat dilalui dengan jalan kaki, karena sangat dekat, namun jika ingin menikmati sarana transportasi yang tak kalah memikat, terdapat jasa sejenis delman yang siap mengantar anda ke dermaga perahu dengan dua ribu rupiah saja.

Setelah sampai di dermaga, anda dapat langsung mempertimbangkan paket – paket yang telah disediakan untuk dapat menikmati keindahan gili. Kami mendapatkan kenalan sewaktu sebelumnya di Rinjani, dia mengantarkan rombongan kami dan memberikan paket kenalan seharga Rp75000. Harga tersebut ditutupi dengan kepuasan menikmati tiga pulau, mengelilingi tiga pulau tersebut dengan perahu, serta berenang merasakan  perbedaan arus laut di sekitar ketiga pulau ini. Kami juga diberi kesempatan snorkeling menikmati keindahan terumbu karang, memberi makan ikan hias, penyu, serta berfoto dipantai sepuasnya. Sebenarnya tidak puas kalau menikmati keindahan tiga pulau cantik ini hanya dengan satu hari saja. Oleh karena itu banyak disediakan cottage, penginapan, dan café di ketiga pulau ini. Kebanyakan dari para wisatawan yang singgah dan menginap merupakan wisatawan asing. Maka tak heran, jika sebagian pengelola cottage, café, dan sebagainya, hamper tiap malam mengadakan party khas yang memanjakan para wisatawan asing. Tapi jangan khawatir, harga lumayan lokal, asalkan bisa mencar dan memilih.

 

Keindahan panorama yang alami dan boleh dikatakan elegan , menjadikan objek wisata ini teramat sayang untuk dilewatkan. Belum lagi budget yang terbilang murah jika dibandingkan dengan budget untuk objek wisata dan fasilitas di pulau sebelah barat Lombok yang lebih dulu mendunia.

Visit Lombok and beauty Gili………………………..

Saran : Jika hanya merencanakan sehari berkunjung, usahakan tiba di dermaga pagi hari sekali, agar cukup puas menikmati, dikarenakan perahu dari Gili menuju dermaga tersedia hanya sampai pukul 4 sampai dengan  5 sore.

Lombok, Juni 2009


Analogi Gila (classic view)

October 18, 2008

Aku menikmati rasa baru ini. Mari kita bersama pejamkan mata dan rasakan… sudah?? Malam itu akan ada training pengembangan diri. Ada yang mengejar damri terakhir, menyusuri jalan setapak, mengejar makan malam murah edisi terbatas, menyimpan tenaga hibernasi sejenak, bengong, browsing, tilawah, chatting, baca, chatting, bcanda , n chatting lagi. Pengorbanan mereka pun tidak sia- sia, sang Trainer memberikan kunci kedewasaan. “Bahwa benar lingkungan membentuk kepribadian namun berlaku dengan syarat pribadi manusia tersebut masih belum dewasa. Keadaan tersebut menjadi tidak berlaku ketika manusia dewasa, sehingga kepribadian adalah segala pilihan yang diambil dan diri sendiri berhak menentukan pribadi seperti apa yang diinginkan seorang manusia dewasa, Itulah ciri kedewasaan” . Maka mereka tertidur tanpa sempat memikirkan sekilas maksud dari susunan kata yang terdengar indah barusan.

Mereka terbangun dan ternyata telah pagi. Segera mereka berkemas tanpa mandi, Berusaha membuat hari ini lebih baik dari sebelumnya, mencari esensi dan makna hidup yang mungkin lebih rumit daripada mencari sandal/ sepatu yang hilang. Berlarilah, angkot penuh, Segera temukan dan taruh esensi itu digenggaman tangan kalian. Pegang erat, karena di depan telah tercium busuknya dunia yang melebihi bau sebulan rendaman pakaian kotor kalian. Ingatkan pula teman kalian untuk membantu mengembalikan esensi itu, jika suatu saat terjatuh dari genggaman kalian. Karena disegala penjuru hidup Kita, sudah menunggu manusia berjiwa tikus yang lebih garang dari tikus peliharaan di pekarangan. Kita punya mimpi, cita- cita, dan idealisme yang harus kita tanam bersama di halaman rumah. Tebarkan benihnya, lalu kita pagari dengan jiwa raga kita bersama. Membentuk kesatuan pagar yang kuat, menjaga dari injakan kaki tak bertanggung jawab pada apa yang telah kita dan para pendahulu tanam, serta dari segala perilaku yang merusak halaman rumah ini.

Pagar yang menyatu kuat tentu akan rapuh setelah menahan beribu hujaman, dan akan membusuk dimakan usia. Satu persatu kita akan pergi dan satu persatu pagar tersebut hilang. Namun semoga idealisme itu tumbuh hijau di halaman rumah kita, bersemi serta berbuah manis. Sehingga jiwa- jiwa Befie, Bofie, Buffi, bangga menjadi bagian dari kalian. Mereka tersenyum karena raganya telah member nutrisi untuk suburnya halaman rumah kita. Ya jaga idealisme ini dengan pagar- pagar semangat. Demi rumah Kita , Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.


Dibakar Boleh, Disimpan Jangan

August 6, 2008

Analogi Gila ver1.1

July 13, 2008

Pesisir Pantai,  irama  angin  dan gemuruh ombak laut selatan

Apakah pernah Kau rasakan,

ternyata tidak sesunyi dan semistis yang terbayangkan, walau malam sekalipun

Ya, malam di pantai adalah siang,

Kalau dilihat dari aktifitas yang terjadi, nelayan yang berangkat melaut, kuli panggul yang menunggu tiap perahu yang merapat di dermaga, dan pemborong yang berlomba- lomba ikut pelelangan ikan.

Lalu dimana ada kesunyian, ya, dihati mereka yang menghayati hidup. Nelayan, Kuli panggul, dan manusia yang menjadi bagian dari alam. Jadi bukan hanya mencoba memasuki irama atau siklus alam untuk menemukan kesunyian, bisa jadi malah didapat keseraman atau kesuraman. Analogi yang aneh !!

Pantai Laut Selatan (Prigi) , 3 Juli 2007