BBM dan Garis batas Kemiskinan (renungan frustasi MDNIIB)

Kenaikan Harga BBM yang membawa efek domino pada segala lingkup kehidupan kita, mulai naiknya tarif angkutan umum, naiknya harga makanan, namun tidak diimbangi dengan naiknya upah, gaji, atau penghasilan, mengubah garis batas kemiskinan. Kalau pejabat dan pihak yang sedang mengemban amanah saat ini berkata bahwa angka kemiskinan menurun, mungkin itu karena standar kemiskinan yang masih menggunakan acuan nilai uang atau kondisi yang lampau dan terdahulu. Jadi, batas kemiskinan dinilai berdasarkan value terlampau. Jika diibaratkan value yang digunakan masa lampau adalah x(t+T) dengan harga BBM y(t+T), didapat angka dibawah garis kemiskinan sebesar z. Dengan harga BBM kini y(t), value of money menurun, seharusnya x(t+T) dinaikan agar sebanding dengan y(t+T) yang naik, sehingga dihasilkan x(t) yang lebih tinggi dari x(t+T). Dengan demikian jika digambarkan secara matematis, daerah dibawah garis kemiskinan x, akan bertambah luas juga. Dan kemiskinan akan meluas juga,,,, Faktanya,,,

Bisa kita lihat keadaan nyata saat ini,,…. tergantung bagaimana dan siapa anda, saya, atau kita

(Selesai sudah UASnya, tapi terus berdiri teman … !)

Tulisan yang pragmatis


Leave a Reply