Catatan Perjalanan Pendakian Mahameru (3676 mdpl)

Udara Jakarta yang semakin buruk terkena polusi dan lalu lintas yang semakin semrawut membuat tim bergegas ingin mengasingkan diri sejenak, jauh dari hingar bingar kota menuju tempat yang merefresh hati dan pikiran. Yaa, Semeru, kesanalah tim memutuskan menghabiskan libur akhir Desember. Walau cuti belum juga di dapatkan J dan kerjaan menumpuk.

Karena mepet dan mendadak, persiapan akomodasi dan sebagainya pun kurang memadai. Tetapi karena memang niat yang kuat, akhirnya tim dari Jakarta yang kehabisan tiket kereta jenis apapun, memutuskan untuk naik pesawat (mode ngga kere seperti dulu pas mahasiswa) demi mengefektifkan waktu yang terbatas.

Sabtu, 24 Desember 2011

-          Tim dari Jakarta yang berisi 3 personil, berangkat menggunakan Pesawat ke Bandara Juanda Surabaya pukul 06:00 WIB dan tiba pukul 07:30.

-          Kemudian tim melanjutkan perjalanan ke Terminal Bungurasih (Purabaya) dengan menggunakan Bus DAMRI Bandara dengan waktu tempuh 45 menit dan tarif Rp15000,-. Sebenarnya ada juga jasa travel dengan tarif kisaran 50-100rb dari bandara langsung ke Malang.

-          Dari Bungurasih, tim mendapat info dari tim Semarang (tim yang berangkat dari Semarang dan rencananya akan bertemu di Tumpang, Malang) bahwa di Terminal Arjosari Malang serta di Tumpang, sangat sulit mencari ATM Bersama dan tim Semarang kekurangan modal ckckckc. maka kita bobol ATM di Bungurasih (Seberang Ramayana) untuk keperluan satu tim.

-          Pukul 09:30 WIB berangkat dengan BUS AC cepat Surabaya-Malang dan nampaknya salah satu kesalahan dalam mengefektifkan waktu adalah, ke Malang dengan ke Surabaya terlebih dahulu, terkena macet lumpur Lapindo Sidoarjo, dan memang moment pas libur natal, jadi jalan Surabaya-Sidoarjo-Malang terisi para penduduk Surabaya yang berbondong-bondong liburan ke Malang. Perjalanan ini kita tempuh dalam waktu 3,5 jam.

-          Pukul 13:00 tiba di Terminal Arjosari, Malang. Isho minus makan, dan ngobrol dengan para calon pendaki semeru yang kita temui di terminal. Akhirnya akrab dan nyarter angkutan umum carry ke Tumpang bersama-sama, lumayan bisa lebih irit. Per orang dikenakan charge Rp3000,- saja.

-          Pukul 14:00 tiba di Tumpang tapi bukan di pasar Tumpang, wew, ternyata angkotnya langsung menuju rumah sang pemilik jeep, cak “siapa lupa”. Terpaksa menjemput 4 rekan dari tim Surabaya di Pasar Tumpang, sambil memfotokopi kelengkapan yang belum lengkap (fc KTP dan SKS). FYI, sepeglihatan mata, tempat fotokopi hanya ada di Pasar Tumpang sebelah alfamart.

-          15:30 Mengantri mengurus perijinan di pos Perizinan tumpang. Banyak yang datang dengan jeep dari tumpang, bahkan dengan motor konvoi dari Malang, SBY dan skitarnya. FYI kalo jalan dengan motor, bisa dititipkan di Pos Ranu Pane.

-          16:00 Perizinan Selesai, Per orang dikenakan charge total Rp 7000,- termasuk asuransi. Bagi yang membawa kamera dikenakan charge tambahan Rp5000,-. Akhirnya Berangkat…

-          Karena tim bergabung dengan rombongan lain dari arjosari, akhirnya bisa menyewa 1 truck (bukan pick up), tapi charge tetap sama Rp30000,- per orang.

-          Pukul  17:30 tiba di ranu pane. Tim agak kecewa karena Pos lapor pendakian sudah tutup, dan hujan juga cukup deras sewaktu tiba disana. Akhirnya dengan berat hati tim memutuskan untuk menginap di ranu pane, lagi, bersama rombongan lain. Ternyata acara menginap jadi gathering dan perkenalan antar rombongan, (jadi inget Pramuka hehe).  Bagi yang mau berangkat pagi buta dari ranu pane, disarankan mengurus perizinan terlebih dahulu ke Penjaga (rumahnya di samping pos perizinan ranu pane :p), biar keesokan harinya bisa langsung berangkat.

Minggu, 25 Desember 2011

-          Pukul 05:00 Tim akhirnya memutuskan untuk berangkat, 7 personil dan belum ada yang pernah ke Semeru. Baru 5 menit berjalan sudah nyasar, hehe, berbekal cerita rombongan lain, kita masuk ke gapura jalan ke arah lumajang, wah wah, sudah jalan 30 menit baru di cek di kompas dan gps dan insting, dan sadar salah jalan ckckck, balik arah. Ke ladang penduduk dan menemukan paving blok jalan setapak jalur pendakian. Jalur ke ranu kumbolo relatif landai dibanding jalur pendakian di beberapa gunung yang sempat tim jalani, sehingga bisa ngebut.

-          Pukul  08:30, bisa tiba di Ranu Kumbolo, terlena foto-foto, masak2 dan menikmati ramainya Ranu Kumbolo hari itu

flower 3 @ Ranu Kumbolo

flower 3 @ Ranu Kumbolo

flower 3 @ Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo-2

-          Pukul 11:00 Berangkat lagi mengefektifkan waktu, target kita kalo bisa ngecamp di arcopodo. Baru jalan di tanjakan cinta sudah ngos-ngosan (tidak muda lagi :p). Tapi terbayarkan saat lewat oro-oro ombo yang sedang mode warna kuning. Indahnya dunia dan tim terlena foto2. Pukul 11:30 tiba di Cemoro Kandang, dan berjalan terus sampe pool.

Savanah

 Oro Oro Ombo part 2

-          Pukul  13:30 tiba di Kalimati, foto-foto dan hujan gerimis turun, akhirnya memutuskan ngecamp di sini, sambil mencari persediaan air di Sumber Mani. Hujan deras pun turun, kita tidur sejenak, bersiap Summit Attack di malam hari.

Senin, 26 Desember 2011

-          Bangun pukul 11:30, menghangatkan badan dengan kopi, tolak angin, energen dan sebagainya. Pemanasan, dan pukul 12:00 berangkat, 8 orang. 3 tim tambahan dari rombongan lain yang juga mau summit attack, Cuma rombongannya ngga mau ikut alias tidur pulas. 1 anggota tim kita juga tidak bisa ikut karena kurang fit.

-          Pukul 01:00 WIB tiba di camp Arcopodo, ternyata tidak ada rombongan yang ngecamp disini, sepi. Hawa dingin menusuk-nusuk geli.

-          Pukul 01:30 WIB tiba di Cemoro tunggal, 3 personil tambahan yang salah satunya wanita, nampaknya mulai kelelahan, akhirnya dengan berat hati dan perintah dari si wanita, memutuskan melanjutkan perjalanan dengan formasi 6-2. Jalur Pasir ke puncak penuh dengan antrian manusia yang berniat summit attack. Perjuangan dan antrian yang melelahkan.

-          Pukul 05:30 WIB akhirnya melihat puncak, cuaca agak mendung dan berkabut. Ternyata sedikit yang mencapai puncak dibanding yang antri. Kita saling peluk tiap ada rombongan lain yang tiba di Mahameru, akrab sekali, padahal tidak kenal hehehe. Pukul 06:30 hujan mulai turun dan kabut mulai tebal, tim memutuskan turun. Di perjalanan turun, dengan disambut badai, ternyata masih ada juga yang berusaha naik, kami semangati mereka dengan yel : “ayo sebentar lagi”

-          Pukul 09:00 semua tim dapat rebahan lagi di kalimati. Sarapan dan berangkat turun.

-          Pukul 11:30 turun pulang. Di perjalanan menikmati alam yang akan segera ditinggalkan, foto2 lagi di tanjakan cinta.

-          Pukul 14:00 tiba di ranu kumbolo, gerimis kemudian hujan seperjalanan dari ranu kumbolo ke ranu pane. Tim terbagi 3, satu yang fisik masih oke dan bawaannya sudah ringan sprint ke ranu pane dengan harapan masih dapat jeep untuk pulang(ada yg mengejar kerja esok harinya). Tim kedua, tim fisik lemah, tim ke tiga tim kecapekan. Tim pertama tiba 17:00, tim kedua 18:00, tim ketiga 18:30. Diiringi kelelahan, gelap, hujan angin dan belasan pohon cemara baru tumbang di jalur turun, tim kedua dan ketiga merasakan hal-hal aneh di perjalanan turun, tapi kita terus berdoa. Pengalamannya, Semeru ini menjadi gunung pertama yang pernah tim singgahi dengan waktu tempuh turun lebih lama dari waktu tempuh naik. Hehe.

-          Pukul 18:30 makan nasi rawon di ranu pane, oh indahnya, Pukul 19:00 jalan turun dengan jeep isi 15 orang, disinilah adrenalin sesungguhnya dipompa, merasakan jeep yang kami tumpangi terkena rem blong, serta longsor tepat didepan jalan yang dilewati, hujan deras memaksa rombongan basah kuyup. Akhirnya pukul 23:00 sampai Tumpang. Di tumpang nyarter angkot dengan tarif 10000 per orang sampai Arjosari dan Stasiun. Karena ada tim yang naik kereta senja kediri dari stasiun di keesokan harinya, maka sebagian tim mencari losmen, dapatlah losmen lumayan rp 135rb dua orang dengan air panas.

Selasa, 27 Desember 2011

-          Tim Jakarta Pulang dengan Senja Kediri (Rp 205rb per orang), tim dari semarang tinggal dua, pulang dengan bis dari terminal arjosari, satu lagi sudah masuk kerja, dan satu orang melanjutkan kerja di bali. Perjalanan yang tak terlupakan.

Akhirnya Mahameru

26 Desember 2011, di atapnya tanah Jawa, dalam dingin beku Mahameru, dan keras angin yg menerpa bendera merah putih yang tertancap disana, aku masih diberi kesempatan untuk melihat tulisan ini :

Yang mencintai udara jernih
Yang mencintai terbang burung-burung
Yang mencintai keleluasaan & kebebasan
Yang mencintai bumi
Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung
Mereka tengadah dan berkata, kesana-lah Soe
Hok Gie & Idhan Lubis Pergi
Kembali ke pangkuan bintang-bintang
Sementara bunga-bunga negeri ini tersebar
sekali lagi
Sementara saputangan menahan tangis
Sementara Desember menabur gerimis
24 Desember 1969

(Nisan di puncak Mahameru)

Perlu 7 tahun penantian untuk merealisasikan impian ini, bersujud di hamparan pasir Mahameru, sujudku atas nikmat yang diberikan Maha Penguasa. Bahwa tiap impian memang harus dituju dengan segala niat dan kerja keras. Bahwa pada tiap langkah mencapai impian pasti ada ujian, lelah dan kadang putus asa. Meski langkahmu hilang tak berarti terenggut lautan pasir pendakian. Teruslah melangkah, mendaki, merangkak, walau terjatuh dan tersengal. Jangan tahan air mata ini, renungkan betapa lemah dan kecilnya dirimu, dan ucapkanlah nama-Nya yang agung.

Posted from my phone

Quote of the Day

“Sesungguhnya kelak kalian akan melihat (pada pemimpin kalian) kecurangan dan hal-hal yang kalian ingkari (kemungkaran)”. Mereka bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Tunaikan hak mereka (pemimpin) dan mintalah kepada Allah hak kalian (berdoa).”

(HR. Al-Bukharidan Muslim dariAbdullah bin Mas’ud-radhiyallahu’anhu-)

Ilustrasi tentang Kapitalis Wallstreet

Suatu hari di sebuah desa,
Seorang yg kaya raya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga
Rp.100.000,- per ekor.

Para penduduk desa yang menyadari bahwa banyak monyet disekitar desa pun mulai masuk hutan dan menangkapinya.

Si orang kaya membeli ribuan ekor monyet dengan harga Rp 100.000,-

karenanya monyet semakin sulit dicari, penduduk desa pun menghentikan usaha menangkapi monyet.

Maka si orang kaya pun sekali lagi mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp 200.000 per ekor.

Tentu saja hal ini memberi semangat baru bagi penduduk desa untuk mulai menangkapi monyet lagi. Tak berapa lama, jumlah monyet pun semakin sedikit dan semakin sulit dicari, kemudian penduduk pun kembali bertani.

Harga monyet pun merambat naik hingga Rp 250.000,- namun monyet sudah sangat sulit dicari….

Sekali lagi si orang kaya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp 500.000,- per ekor.. !*

Namun, karena si orang kaya harus pergi ke kota karena urusan bisnis,

asisten-nya akan menggantikannya atas namanya.

Dengan tiada kehadiran si orang kaya, si asisten pun berkata pada penduduk desa:

“Lihatlah monyet-monyet yang ada di kurungan besar yang dikumpulkan oleh si orang kaya itu. Saya akan menjual monyet2 itu kepada kalian dengan harga Rp 350.000,- per ekor dan saat si orang kaya kembali, kalian bisa menjualnya kembali ke si orang kaya dengan harga Rp 500.000,- Bagaimana…?”

Akhirnya, penduduk desa pun mengumpulkan uang simpanan mereka dan membeli semua monyet yang ada di kurungan…

Namun… Kemudian…, mereka tak pernah lagi melihat si orang kaya maupun si asisten… !

Selamat datang di Wall Street..!

(sumber: Milis Tetangga)

End of The Story

Begitulah kehidupan,
Ada yang kita tahu, ada pula yang tidak kita tahu.
Yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita.
Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri.

(Dari novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu)

Posted from my heart

Biarkan saja

Dulu, tiap tiap spora yang mendarat setelah tertebar angin secara acak dan abstrak, dibunuh dan dikubur dalam2.

Kini berkembangbiaklah, keluarlah dari lembabnya gelap, mohonkan cahaya dan udara hingga kau kuat mengakar, retakkan liatnya tanah,
Tantanglah angin dan terik

Suatu saat kau dapat lebih konsisten, walaupun hanya dibanding dengan plin-plannya cuaca,

Posted from my heart

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.